Berikut ini Harga Tiket Masuk Obyek Wisata di jogja dan Sekitarnya: 
Berikut ini Harga Tiket Masuk Obyek Wisata di jogja dan Sekitarnya: 
WISATA VOLCANO
Fokus kegiatan melihat Gunung Merapi dan napak tilas dampak letusannya, sungai jalur lahar Merapi, Museum Merapi (koleksi material, foto dan film Merapi) dapat dipadukan dengan offroad atau wisata Jeep Merapi.
WISATA AGRO
Fokus kegiatan melihat, mengenal, mempelajari berbagai macam tumbuhan dan manfaatnya, seperti berbagai jenis tumbuhan sayuran, buah, jamu, kayu, bambu, tanaman hias/anggrek dan berbagai jenis binatang ternak, unggas, reptile, serangga.
WISATA DESA
Berwisata ke desa-desa wisata atau desa-desa lain yang memiliki daya tarik dan aktivitasnya seperti desa-desa penghasil dan pembuat berbagai produk.
MACAM PAKET WISATA
PAKET SERVICE
Kami Menyediakan Pondok Alam (Home Stay, Ruang Pertemuan Dan Arena Outbond Dengan Nuansa Pedesaan Dan Perkebunan
Informasi lebih lanjut hubungi :
Yanto (Pengelola Paket Wisata dan Pemandu Wisata)
HP/Telp. : 085 6290 3864 ; 0888 0682 0340
Website : www.alamwisatajogja.com
Banyusumurup adalah sebuah kampung di Bantul terletak di Desa Girirejo, Imogiri, bantul Yogyakarta. Arah selatan dari pusat kota Yogyakarta, tepatnya Selatan makam/ Sarehan Raja-raja Mataram di Imogiri di Banyusumurup yang Notabene Penduduknya Membuat kerajinan Keris, dari membuat Warangka, pendok maupun ukir gading keris dari Gaya Nyayogyakarta atau pun Solo.
Sejarah Keris banyusumurup:
Sejarah panjang dunia keris Banyusumurup dimulai ketika ontran-ontran terjadi di bumi Majapahit ratusan tahun silam. Seorang ahli keris, Mpu Supomo dari Pasuruan melarikan diri menuju Yogyakarta, dan akhirnya menetap di Imogiri. Tepatnya di desa Banyusumurup. Silih berganti keturunan Mpu Tomorejo meneruskan tradisi pembuatan keris. Dari Mpu Tomorejo hingga Iro Menggolo, Dipomenggolo, Haryo Menggolo, Kiai Cokro Harjo, Sosro Menggolo dan terakhir Djiwo Dihardjo.
Pada mulanya keris yang dibuat oleh para mpu ini adalah keris pusaka, yang dalam proses pembuatannya membutuhkan serangkaian prosesi. Masyarakat sekitar Banyusumurup yang miskin karena hidup daerah pertanian tandus, membuat Mbah Jiwo terusik. Kemelaratan warga kampungnya membuat beliau berinisiatif menularkan keahlian membuat keris. Meskipun awalnya hanya beberapa orang yang tertarik, tak membuat Mbah Jiwo patah arang. Lambat laun ketika keris koden (mungkin berasal dari kata kodian, artinya keris ini diproduksi massal) mulai diminati pasar untuk berbagai keperluan aksesoris pentas kethoprak, salon, dan pengantin, maka jumlah pengrajin pun meningkat mencapai 200 orang.
Pada tahun 1980, oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, beliau digelari Mpu Sarjono Supo setelah berhasil menyelesaikan keris pesanan beliau yang bertaburan berlian.
Kini, setelah masyarakat Banyusumurup mampu hidup dan berkembang melalui kerajinan keris koden, di usia senja ini beliau kembali menekuni pembuatan keris pusaka. Beliau menyadari perlunya menurunkan kemampuan membuat keris kepada keturunannya. Karena hanya keturunan mpu yang bisa memiliki kemampuan mpu. Meskipun demikian, usaha ini sempat terhenti karena bencana alam Gempa Bumi yang melanda Yogyakarta 2006 silam. Dibantu oleh Idham Samawi (Bupati Bantul), rencananya April 2010 ini beliau akan kembali membuat keris. Sungguh salut kepada perjuangan beliau melestarikan tradisi adiluhung bangsa ini.
Sumber Sejarah keris banyusumurup: http://www.flickr.com/photos/antobilang365/4274419098/in/photostream/
Jarak dari kota Jogja ke pantai Indrayanti sekitar 70 km. Perjalanan menuju pantai Indrayanti memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan kendaraan sepeda motor dari kota Yogyakarta. Pantai ini berada di wilayah kota Wonosari, kecamatan Tepus, ibukota Gunung Kidul. Perjalanan menuju pantai Indrayanti , kita akan melewati beberapa pilihan pantai yang indah di wilayah Gunung Kidul, diantaranya Pantai Baron dan Pantai Kukup serta pantai Drini, pantai Sepanjang, pantai Sundak dan terakhir pantai Indrayanti. Di bagian Barat dari pintu masuk pantai, terdapat gunungan batu karang yang cukup besar dan elok. Dibalik batu karang tersebut terdapat pantai berpasir putih yang cukup luas.Pantai ini berpasir putih yang menghampar dari Timur hingga Barat ini terbilang baru dan cukup indah. Selain indah, kawasan pantai ini cukup bersih, karena pengelola pantai ini mengenakan denda pada setiap pengunjungnyaapabilaketahuanmembuangsampahsembarangan.
Lelah bermain air dan berjemur, pengunjung dapat beristirahat di gazebo yang ada di tepian pantai sembari menikmati hidangan makanan ditemani minuman dingin yang menyejukkan.
Pengelola pantai juga menyediakan tempat penginapan untuk rombongan atau keluarga, sehingga para pengunjung bisa beristirahat di kawasan pantai tersebut sambil menikmati malam di pantai.
Malioboro street is the most famous street in Yogyakarta (Jogja). Because Malioboro street is a shopping center, it is about 1 km so that was one of recreation destination in Jogja.. Jalan Malioboro ( Malioboro Street ) is a major shopping street in Yogyakarta. The street is the centre of Yogyakarta’s largest tourist district surrounded with many hotels and restaurants nearby. Sidewalks on both sides of the street are crowded with small stalls selling a variety of goods. the main street of the Javanese capital, is busy from the morning till very late at night. This is the meeting place of students, tourists and street salers. You will walk there, without specific target, only to enjoy being together, to make some shopping or to eat in a small place station to eat javanese foods). In the evening in Jalan Malioboro, this is a good opportunities for tourists and students to spend few hours walking, drinking, eating and shopping as well. When you walk in Malioboro street, do not just go for shopping. Because along Malioboro street and around many places you can visit. If you like to take a walk, would take a walk along the Malioboro is exciting. You can started from Hotel Ina Garuda headed to Sultan Palace of Yogyakarta. Options trip up to you: walk, ride tricycles or wagon ride. in the midle of the malioboro street, sometimes you will find was a group of music which playing ethnic music using bamboo. its very amazing. melodic so touched our feeling. There were 2 dancers, accompany their music..so please visit to Yogyakarta, Indonesia and enjoy your trip
Located about 35 km to the south of Yogyakarta city, Parangtritis Beach has long been famous, not only as a beach resort, but also as a historical place closely linked to the mysterious legend of the Queen of the South Sea, “Kanjeng Ratu Kidul”. Together with her confidant, the feared Nyai or Nyi Roro Kidul, the ever youthful and beautiful queen, Kanjeng Ratu Kidul reigns over sea-nymphs and spirits.
The legend of Nyi Roro Kidul herself is very popular, thought to be a legendary Javanese goddess. Her identity is of a complex goddess named goddess or queen of the Southern Sea of Java (Indian Ocean or Samudra Kidul) in Javanese and Sundanese mythology. Other names include Ratu Laut Selatan (“Queen of the South Sea,” meaning the Indian Ocean) and Gusti Kangjeng Ratu Kidul.
Parangtritis is the Queen of South Kanjeng meeting with the people he wants. Even according to local superstition, they were dressed in green, the color of joy Kanjeng Queen of South, will be taken by the South Seas to live in the kingdom of the South Seas.
According to legend, Queen of South Kanjeng marry one of the king of Mataram, Panembahan Senopati. Thanks to the close historical relationship with Kraton Jogja, until now, on certain days, called Suro in the Javanese calendar, often made harbor in honor of Nyai Roro Kidul and Kanjeng Queen of South – either by Kraton Jogja and the surrounding communities. In addition to the legend of the Queen of South Kanjeng, Nyai Roro Kidul itself even has her own story.
Want to meet with Nyi Roro Kidul? Try and meditate day and night in Parangtritis, as has been suggested by the community. But no one too if you are into Parangtritis just for recreation
Berlibur adalah hal yang paling ditunggu sebagian masyarakat. Yogyakarta adalah salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Untuk itu tidak ada salahnya berkunjung lokasi-lokasi Wisata kuliner serba Gudeg yang merupakan makanan khas di Yogyakarta.
1.SENTRA GUDEG WIJILAN
Berlokasi di sebelah selatan plengkung Tarunasura Keraton Jogja atau lebih dikenal dengan sebutan Plengkung Wijilan.
Di sepanjang jalan tersebut terdapat sederetan warung Gudeg antara lain : Gudeg Bu Slamet, Gudeg Yu Nami, Gudeg Bu Lies, Gudeg Yu Djum, Gudeg bu Widodo, dll
2.GUDEG MBAREK BU Hj.AMAD
Terletak di utara Gedung Pusat UGM (Utara selokan mataram), Karangasem CTII/05, Yogyakarta. Warung ini berlokasi di satu sentra gudeg terkenal di yogyakarta yaitu kampung Barek yang telah berjualan sejak tahun 1980-an.
3.GUDEG PAWON
Terletak di jalan Janturan 36-38 Warung Boto Yogyakarta. Warung Gudeg ini istimewa karena pengunjung harus mengantri di dalam pawon (dapur) tradisional. Buka mulai pk.22.00 wib hingga tengah malam.
4.GUDEG MERCON
Ada di Jl.Kranggan (jalan Asem Gede) Yogyakarta. citarasa gudeg ini pedas dan gurih. cocok buat penyuka masakan pedas.
5.GUDEG BATAS KOTA
Terletak di tugu batas kota (depan saphir square mall).selain harganya yang murah anda bisa memadukan gudeg dengan bakmi goreng atau cap cay jawa.
Berlibur adalah hal yang paling ditunggu sebagian masyarakat. Yogyakarta adalah salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Untuk itu tidak ada salahnya berkunjung ke pusat-pusat wisata di Yogyakarta, khususnya lokasi wisata kuliner legendaris di Yogyakarta.
1. MANGUT LELE MBAH MARTO
Terletak di dusun Geneng, Sewon,Bantul (belakang Institut Seni Indonesia) menyajikan menu khas Mangut lele yang menggoda selera serta menggunakan bumbu khas rempah resep dari jaman dulu.
2. RESTO BALE RAOS
Terletak di Jl.Magangan Kulon no.1 Yogyakarta.
3. OSENG-OSENG MERCON BU HADI
Bagi penyukan masakan pedas, tidak ada salahnya mencicipi menu andalan Oseng-Oseng Mercon Bu Hadi yang terletak di Jl.Nyi Ahmad Dahlan Yogyakarta (Sebelah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta)
4.SEGO PECEL (SGPC) BU WIR
Terletak di komplek UGM tepatnya di Bulaksumur, seberang fakultas peternakan UGM atau di utara selokan Mataram
5.BRONGKOS BU PADMI
Terletak di utara kota yogyakarta tepatnya di Jembatan Krasak, Tempel, Sleman Yogyakarta
6.BAKPIA PATHUK
Kawasan ini terkenal di Yogyakarta karena sepanjang jalan pathuk terdapat industri bakpia pathuk khas yogyakarta.
7.GEPLAK
Terdapat di Toko Geplak Ny.Pawirodinomo Jl.Jend.Sudirman 192 Yogya juga ada di Geplak Yu Tumpuk di Jl.Wahid Hasyim Bantul, atau di Toko Geplak Super di Dusun Bergan, Wijirejo, Pandak, Bantul
8. YANGKO
Tersedia di Toko Yangko pak prapto di Jl.Pramuka 82, Kotagede, Yogyakarta.
berlibur adalah hal yang paling ditunggu sebagian masyarakat. Yogyakarta adalah salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Untuk itu tidak ada salahnya berkunjung ke Desa Wisata di Yogyakarta yang suasana pedesaan serta kearifan lokal budaya masih sangat tinggi.
1.DESA WISATA GAMPLONG, SUMBER RAHAYU, MOYUDAN
Merupakan industri kerajinan tenun tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan kerajinan anyaman untuk souvenir.
2.DESA WISATA SROWOLAN, PAKEM, SLEMAN
Selain menjadi obyek wisata sejarah desa ini juga menarik untuk dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan kenyamanan tinggal dengan suasana asri alam pedesaan.
3.DESA WISATA AGRO TRUMPON, TEMPEL, SLEMAN
Menyajikan berbagai kearifan lokal pedesaan serta budaya jawa yang kental serta udara yang sejuk dan dingin karena berada di lereng Gunung Merapi.
4.DESA WISATA KAMPOENG SEJARAH KELOR, TURI, SLEMAN
Menyediakan berbagai macam wahana permainan alam, meliputi tracking khususnya menyusuri sungai Bedog, camping ground yang sanggup memuat ratusan peserta, serta flying fox dan kolam ikan. Tersedia pula kebun salak yang apabila berminat bisa memetik langsung dari pohon untuk dibawa sebagai oleh-oleh.